Dinginmu

Pasca hujan turun, Dingin yang menyelimuti pertemuan kita hari ini.
Untukmu yang pernah meyakinkanku
Sudah lama kita tak jumpa
Yang katanya terlihat dekat namun sangat jauh pada kenyataan
Sudah lama kita tak berbincang
Sudah lama pula tak bertegur sapa
Kamu dingin hari ini sangat dingin
Membuatku ragu untuk menyapamu
Bukannya gengsi atau tak peduli
Namun raut wajahmu saat bertemu diriku
Selalu saja menyimpan tanda Tanya besar
Aku tak pernah menampik jika aku pernah mengecewakanmu
Membuatku harus berpikir seribu Kali untuk menyapamu
Namun kamu berlalu juga tanpa sapa
aku hanya sanggup menundukan kepala
Menyimpan senyum sapa yang tak kau inginkan
Salahku memang hari itu aku tak lagi megang kepercayaanmu
Menyimpan keyakinanmu pada jiwaku
Karena realita mengatakan aku tak sanggup
Aku sadar bahwa menyimpan sapa dan senyum tidak pernah dibenarkan
Aku terusik oleh dinginmu
Berkali ku tak ingin memikirkanmu
Berkali pula tuhan hadirkan sketsa wajahmu di pikirku
Berkali aku menghindar untuk bertemu denganmu
Berkali pula Tuhan ciptakan pertemuan kita
Termasuk hari ini pertemuan yg sangat dingin
Sebagai hamba tuhan yang sering berharap
Aku hanya mampu menyemogakan pertemuan kita berikutnya
Agar tak sedingin hari ini
Agar tak sehambar hari ini
Agar tak seburuk hari ini
Dan agar ada sapa dan senyum yang terlukis
Di raut wajah kita berdua
Untuk semua yang telah kamu korbankan aku berterima kasih
Maaf aku telah menyulitkan langkahmu (lagi)
Untukmu yang sedang mendiamkan diriku aku minta maaf


)(
Inge Bondan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semu

Dinginmu Membeku

Andai