Semu

12-19//tragedi tragis tangis 

Bagaimana rasanya?
Tidak tau apapun namun disalahkan.
Menjadi bagian dari mereka yang membuat ricuh?
Ya mungkin saja benar memang aku.
Katanya jangan membela diri. 
Tapi tak salah, jika disalahkan. 
Apakah tetap disalahkan jika membela diri.
Rancu sangat rancu. 
Namanya yang bersih sedangkan aku sangat kotor.
Benar adanya, aku ini apa?
Yang bekerja, yang disalahkan.
Yang tidak tau, yang disalahkan.
Yang berkorban, yang dikorbankan.
Jalankan saja sendiri, aku mundur.
Dengan perlahan tentunya. 
Tanpa aku akan lebih baikkan?
Tentu saja. Siapa aku ini?
Jika diizinkan, saya akan berbicara. 
Nama saya ini sudah jelek, malah semakin dijelek-jelekkan.
Kenapa tidak sekalian saja kubur nama saya?
Yang melindungi justru seringkali terbunuh.
Sudah ya racunmu sudah cukup kutegak pahit aku tak mau lagi. 
Biar aku binasa dengan sendirinya. 
Jangan dihadang jangan dikekang. 
Jalanku kini berbeda. 
Aku berbelok terjal berliku. 
Kamu lewat jalan tol saja. 
Kamu punya uang. 
Aku punya apa?
Ya sudah cukup ya. 
Biar luka ini pulih dengan sendirinya. 
Iya sendiri
Sendiri
Sendiri
Sendiri
Tersingkir

ALAY LEBAY URUSANKU, GAK USAH BACA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinginmu Membeku

Andai